HARAPAN || Day 21
Hari itu saat harap berjumpa dengan taqdirNya, atau mimpi yang terpenuhi.
Jika kemudian aku menanti 4 tahun lamanya untuk sebuah mimpi yang terwujud. Maka apatah untuk waktu-waktu selanjutnya atau harap-harap yang masih mengumbar tanya. Maka harusnya aku masih sanggup menunggu untuk sebuah mimpi yang akan terpenuhi. Satu persatu aku yakini Tuhan akan mewujudkannya. hingga harap itu tak lagi menjadi tanya yang panjang atau angan yang mengembara.
Selaiknya aku yang selalu memenuhi buku-buku itu dengan banyak targetan sebanyak itu pula aku mencoretnya kembali untuk mimpi yang terpenuhi. Maka harusnya aku menjadi orang yang bersyukur dengan apa yang sudah Allah penuhi. Untuk harap yang masih mengundang tanya haruskah aku kecewa? Karena dari sebegitu banyak harap yang dipunya sebagian besar telah terpenuhi.
Jika kemudian harap itu membuat mu tak bersyukur kepadaNya atau berputus asa dengan mimpi yang sedikit sekali yang tidak diwujudkanNya apakah layak kamu begitu?
masih pantaskah kamu berputus asa? sedang rahmat Allah begitu luas membentang tapi hatimu menjadi sempit melihatnya.
Semoga tidak
Kamu begitu marah ketika aku mengadukan perihal mimpiku yang tak terpenuhi. Kamu pergi meninggalkan aku dengan segelas kopi yang sudah mendingin. Katamu aku perlu merenungkan lagi apa yang telah aku dapati dari TuhanKu.
Harap itu masih ada, mau kah kamu tetap membersamaiku?

Comments
Post a Comment