#Ramadhan6 : Memperluas Tempat Sujud




“Pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.” (QS. Al Zalzalah: 4-5).

Saya sangat bahagia ketika saya bisa jalan bersama guru-guru saya. Adalah kesempatan bagi saya saat itu untuk banyak bertanya kepadanya. Jangan pernah membuang kesempatan ketika mb atin bersama orang yang berilmu, begitu kata guru saya. Maka setiap kali saya bertemu ustadz ustadzah saya mengusahakan untuk menyiapkan minimal satu pertanyaan.

Mb atin, kelak semua yang kita miliki, yang kita gunakan, yang kita peluk erat atau kita lepas begitu saja akan menjadi saksi kita di akhirat. Baik itu yang akan menjadi penolong kita, yang akan menyelamatkan kita atau malah yang akan menjerumuskan kita ke neraka.

Semua yang kita pakai um? Termasuk jarum kecil yang kita pakai um?

Ia mengangguk, pun Bumi, ia akan menjadi saksi. Kita tidak bisa berlepas dari nya. Karena kita hidup dan berpijak di atas bumi maka kita tidak bisa mengingkari apa yang sudah kita perbuat di bumi ini.

Makanya mb atin kalo mb atin pergi kemana sempatkan untuk singgah ke masjidnya, jika belum waktu shalat, maka singgah sebentar shalat tahiyyat masjid. Memperluas tempat sujud, Agar banyak bumi yang menjadi saksi terhadap kebaikan-kebaikan kecil yang kita lakukan.

Saya juga pernah membaca artikel di salah satu akun sosial media saya. Bagaimana kemudian kita menjadikan keluarnya kita (muslimah) dari rumah-rumah kita entah untuk traveling, bekerja, atau belajar kita niatkan untuk “memperluas tempat sujud” kita. Tempat-tempat itu, ribuan kilometer lapisan bumi di bawah tempat kita sujud akan menjadi saksi ketaatan kita.

“Sungguh orang yang senantiasa berdzikir ketika berada di jalan, di rumah, di saat mukim, di saat safar, atau di berbagai tempat, itu akan membuatnya mendapatkan banyak saksi di hari kiamat. Karena tempat-tempat tadi, rumah, gunung dan tanah, akan menjadi saksi bagi seseorang di hari kiamat.” (Al Wabilush Shoyyib, hal. 197). Baca: 51 Keutamaan Dzikir

Begitu pula berpindah tempat saat shalat sunnah, termasuk pula keutamaan mengerjakan shalat sunnah di rumah adalah supaya mendapat banyak saksi pada hari kiamat. Sebagaimana keutamaan ini disebutkan oleh Prof. Dr. Musthofa Al Bugho dalam Al Fiqhu Al Manhaji (hal. 159) ketika menjelaskan amalan sunnah sesudah shalat.

“Shalatlah kalian wahai manusia di rumah kalian. Karena sebaik-baik shalat kalian adalah shalat di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari no. 731).

Banyak yang kemudian kita terlupa ketika pergi ke suatu tempat kita hanya meniatkan untuk satu hal saja, untuk satu kebaikan saja. Padahal kita akan mendapatkan sesuai apa yang sudah kita niatkan. Maka mulai saat ini kita perbanyak niat ketika akan melakukan sesuatu yang itu bernilai kebaikan. Agar kemudian kita akan mendapatkan banyak kebaika dari apa yang sudah kita lakukan.

Atha’ al Khurasni pernah berkata,

“Tidaklah seorang hamba bersujud kepada Allah dengan satu kali sujud di suatu tempat di muka bumi kecuali pada hari kiamat nanti ia akan bersaksi, dan menangis pada hari kematiannya.”

Selamat menaklukkanmu,

6 Ramadhan 1438 H || 1 Juni 2017<br>
Ainayatin

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan