#Ramadhan5 : Definisi Bahagia




Kamu bahagia?

Pertanyaan yang familiar kita dengar, pertanyaan yang siapapun bisa menjawabnya, bisa saja ia menjawab ia atau tidak, tapi sejauh ini apakah memang kita sudah benar-benar bahagia?

Bukan hanya bahagia di lisan saja tapi juga seluruh anggota tubuh memiliki rasa yang sama, merasai bahagia.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi. (Q. S. Al-Qashash [28]:77).

Semua orang memiliki keinginan yang sama ingin bahagia, seseorang yang berprofesi sebagai pencuri ingin bahagia dengan profesinya, seorang pelacur dengan kegiatan menjual dirinya ingin bahagia, seorang yang kaya dengan kekayaannya ingin bahagia, seorang yang kekurangan mendambakan kecukupan dalam hidupnya agar bahagia. Meskipun mayoritas kita ingin bahagia namun kadang kita lupa apa definisi bahagia itu sendiri.

Jika ada seseorang yang mendefinisikan bahwa saya akan bahagia jika saya memiliki kekayaan yang melimpah, akan berbeda definisinya dengan orang yang mungkin sudah memiliki kekayaan yang didambakan. Saya beberapa kali menemukan seseorang yang nampak bahagia secara lahiriah tapi nyatanya ia masih belum menemukan kebahagiaan itu.

Seperti beberapa kasus yang pernah saya temui.

Teh, saya pengen keluar dari kerjaan ini. Katanya sambil mengeluhkan pekerjaannya. Saat itu dia sebagai Teller di salah satu bank syariah.

Loh kenapa? Bukannya udah nyaman disini?

Susah teh ngejelasinnya apalagi sama orang yang awam, intinya saya pengen nyari kerjaan yang ngebuat hati saya tenang dan enak ngejalaninya.

Disaat mungkin orang lain berduyun-duyun mendaftar memasukkan lamaran ke bank, di sisi yang lain ada yang ingin benar-benar keluar dari pekerjaan tersebut. Bukan karena ia tidak bersyukur menurut saya, karena ia tidak menemukan bahagianya disana.

Lantas definisi bahagia itu seperti apa?

Definisi bahagia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online Bahagia adalah keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan)

Tiada kebahagiaan tanpa sakinah (ketenangan) dan thuma’ninah (ketentraman). Dan tiada ketenangan dan ketentraman tanpa iman. Allah Ta’ala berfirman tentang orang-oran beriman:

"Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)." (Qs Al-Fath: 4).

Ada mereka yang bahagia dengan aktivitasnya yang menurut dia itu adalah passionnya walaupun itu membuatnya dipandang sebelah mata, tapi ia bahagia. Ada mereka yang bahagia dengan cara membahagiankan orang lain, itu bahagianya. Ada orang yang bahkan tidak memiliki apa-apa tapi ia bahagia seperti memiliki dunia dan seisinya, ia yang paling bahagia. Karena ia tidak pernah mengkhawatirkan hidupnya ia yakin Allah bersamaNya.

“Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” (Qs Hud [11]:108)

Karena definisi bahagia setiap orang berbeda. Selamat mendefinisikan bahagiamu!! 😍😍

5 Ramadhan 1438 H || 31 Mei 2017
Ainayatin

Kebahagiaan yang berlipat ketika kita juga bisa membahagiakan orang lain, yuk sedekah 😄😄

Jangan lupa bahagia 😊

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan