#Ramadhan2 : Pilihan




“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yg menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi.” (HR. al-Bukhari&Muslim)

Setiap kita dilahirkan dalam keadaan fitrah maka kemudian dihadapan kita terbentang berbagai pilihan. Apakah kita akan memilih pada jalan kebaikan atau keburukan.

Pun Ramadhan, mau kau apakan ramadhan yang kau punya?

Di bulan Ramadhan ini setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan menahan lapar dan dahaga mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada di antara kaum muslimin yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja yang menghinggapi tenggorokannya. Nabi Shalallahu 'alaihi wassalam bersabda :

“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath Thobroniy dalam Al Kabir dan sanadnya tidak mengapa. Syaikh Al Albani dalam Shohih At Targib wa At Tarhib no. 1084 mengatakan bahwa hadits ini shohih ligoirihi –yaitu shohih dilihat dari jalur lainnya).

Setiap orang berkesempatan untuk melewati Ramadhan, bulan kesabaran bulan penuh keistimewaan. Allah banyak memberikan keistimewaan di bulan ini
Dalam riwayat Muslim, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setiap amalan kebaikan anak Adam akan dilipatgandakan menjadi 10 hingga 700 kali dari kebaikan yang semisal. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan tersebut untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya karena dia telah meninggalkan syahwat dan makanannya demi Aku.” (HR. Muslim no. 1151)

hanya pilihannya mau atau tidak kita mengambil kesempatan itu. Lagi-lagi terkait dengan pilihan. Seperti pilihan-pilihan yang sering kita hadapi, shalat tarawih di masjid mana, 11 rakaat atau 23 rakaat, menjadikan ramdhan yang membahagiakan atau menyulitkan, menjadi ramadhan sebagai kendala ujian untuk kenaikan iman, dan melalui ramadhan kali ini dengan sendirian ataupun dengan pasangan ini pun pilihan, bisa pilihanmu atau pilihanNya.

Apalah kita yang sudah di iming-imingi dengan berbagai kenikmatan dibulan ramadhan masih sering mengabaikan. Masih mengingat Allah sekedarnya, masih bersyukur ala kadar nya dan mengejar pahala secukupnya.

Adalah Ramadhan potongan-potongan pilihan dari puzle kehidupan.

Allah memeberikan banyak pilihan tinggal kita mau memilih yang mana jalan kebaikan atau keburukan.

“Maka Dia mengilhamkan (kepada setiap jiwa) jalan kejahatan dan jalan ketaqwaan.” (Qs. Asy-Syams: 8)

Selamat mereguk nikmatnya Ramadhan 😍😍
Ramadhan ke dua masih ada waktu untuk terus mengejar ketertinggalan.

28 Mei 2017 M
2 Ramadhan 1438 H

#ramadhan

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan