Sebuah Pertanyaan
Bagaimana jika kita tidak berjodoh?
Pertanyaan itu yang selalu bersarang dalam fikiran saya. Jelas yang saya rasakan saat ini belum mampu memberikan jawaban itu. belum mampu menenangkan hati saya.
Saya merasa jatuh cinta sendirian. Kadang saya malu dengan apa yang saya rasakan. tapi jika saya mengingkari rasa ini saya termasuk hamba yang tidak bersyukur. Karena Cinta adalah salah satu rasa yang Allah anugrahkan kepada kita. Hanya saja yang saya sesali berkali-kali ia menghampiri saya belum bisa mengendalikannya. Saya kadang masih mengikuti apa maunya (cinta) walau untuk sekedar melihat apa aktivitasnya. tak ada sapaan apatah lagi bertanya kabar dan itu saya coba tahan.
Maka jika sehari saja saya menyapa, penyesalan itu datang. walau itu hanya sekedar sapa. api kita tahu arti sapa yang saya sampaikan kepadanya. lega yang sesaat ketika mengetahui kabar dan aktivitasnya tak juga mampu menjawan pertanyaan dan juga ia tidak mampu mengalaukan segala kegelisahan yang mendera di hati.
Terobati ketika sapa terlontar, tapi hanya sesaat. Ia tertutupi ketika sebuah pertanyaan itu datang. bagaimana jika kita tak berjodoh.
ah ya. ini salah harus diperbaiki. Berkali-kali tersadarkan dengan kalimat itu berkali-kali juga harus terjerembab kedalam sebuah ilusi untuk benar-benar memiliki.
itulah sebabnya kenapa kau hadir didalam tulisanku, karena ini adala salah satu refleksi untuk aku membuang jauh yang ada dalam fikiranku tentang dirimu.
Menulis selalu menjawab sebuah pertanyaan. dan hari ini aku mengaku aku sedan jatuh dan aku harap amu tak kembali untuk membuat terjerembab kembali.
biarkan sebuar tanya itu akan terjawab oleh waktu. dan biarkan ia yang akan menjelaskan semuanya.
Semoga

Comments
Post a Comment