Masa Lalu
Bye-bye masa lalu, katanya saat ia kembali memulai untuk ke sekian kali.
Namu nyatanya hanya sementara, Kamu yang sedang merasakan cinta seperti terlupa dengan sakit yang kemarin kamu rasakan. Kamu terbius dengan apa yang nampak dimatamu. Lagi-lagi kamu terlupa, kamu bermain-main dengan perasaan mu kembali.
Sakit yang kemarin tak membuatmu enggan untuk menumbuhkan cintamu kembali.
Dan hari ini, kamu kembali merasai sakit itu lagi. Kamu mencintai ia sendirian. Kamu terbius dengan apa yang kamu bayangkan sendiri. Kamu termainkan oleh perasaanmu sendiri. Dan sekarang kamu tergugu meratapinya sendirian.
Kamu menghapus percakapan itu, menghapus kenangan diruang maya berlogo hijau kombinasi putih. Bahkan kamu menghapus nomor yang menurutmu dalam beberapa waktu terakhir ini begitu special dalam layar flatmu. Dengan harapan semua kenangan yang tercipta diruang itu terhapus juga.
Kamu masih menangisi kesalahanmu yang dengan mudah menitipkan cinta itu kepadanya. Kamu mentertawakan dirimu yang sudah tidak diperdulikan oleh nya yang katamu mulai menyukaimu saat itu. Ah, nyatanya ia memang tak peduli dengan mu dari awal.
Jangan salahkan dia, tapi salah kanlah dirimu yang terlalu percaya bahwa ia adalah yang akan menetapkan cintanya untukmu. Kamu yang terlalu percaya diri bahwa kamu dicintai olehnya.
Sedangkan itu hanya ada dalam anganmu. Nyatanya, ia hanya hadir ketika kamu memang memintanya. Bukan karena inginnya sendiri.
Dan pada akhirnya sangkaan yang kamu rangkai, cerita yang kamu cipta hanya jadi angan belaka dalam hidupmu.
Selamat, karena kamu jatuh cinta kembali dengan orang yang salah.
Cinta mu belum menemukan orang yang siap menerima.
Cintamu, bukan untuk dia.
Dan sekarang sudah saatnya kembali mengucapkan, bye-bye masa lalu :*
Ruang Kosong,

Comments
Post a Comment