Antara keinginan dan kemudahan juga ke Mahabaikan Allah
Rasanya masyaAllah ketika ilmu itu sudah sampai kepada kita maka tidak ada lagi penangguhan untuk menolak tau melanggarnya.
for example, saya paling suka jalan dulu memang sudah tau safar sendirian bagi perempuan itu tidak diperbolehkan dalam Islam, tapi karena kesukaan dengan travelling dan beberapa kali karena kondisi maka mengharuskan saya untuk melakukan perjalanan itu sendirian. and I am have fun. tapi tidak dengan Allah.
Dulu sekali saya berfikir bahwa saat ini dunia makin canggih kita melakukan perjalanan tidak dengan jalan kaki dan melewati hutan-hutan. Tapi saya melakukan perjalanan itu dengan banyak orang dalam satu bis, satu pesawat atau mobil walaupun memang kenyataanya tidak ada yang kenal satupun.Tapi nyatanya tetap jika tanpa mahram itu tetap tidak diperbolehkan. dan yah sejauh ini saya sudah melang-lang buana tanpa mahram atau saya melakukan perjalanan dengan yang bukan mahram (bapak-bapak partner kerja).
Tapi Alhamdulillah setelah Allah fahamkan kembali begitu berbahaya nya seorang perempuan melakukan safar sendirian itu menyadarkan saya bahwa syaria yang Allah buat tidak lain adalah untuk kebaikan kita.
Memang sulit untuk merobohkan dinding keegoan apalagi itu berkaitan dengan diri kita sendiri. bahwa yang say rasakan musuh terbesar dalah hidup saya adalah diri saya sendiri. saya bisa melakukan demo besar-besaran ketika melihat teman melakukan kemaksiatan tapi banyak penanguhan ketika itu diri sendiri yang melakukan kemaksiatan.
Mudah-mudahan setelah Allah fahamkan dengan ilmuNya saya bisa lebih menghindari safar tanpa mahram. dan Allah kehendaki saya untuk tidak melakukan perjalanan tanpa mahram.
Allahu Musta'an
for example, saya paling suka jalan dulu memang sudah tau safar sendirian bagi perempuan itu tidak diperbolehkan dalam Islam, tapi karena kesukaan dengan travelling dan beberapa kali karena kondisi maka mengharuskan saya untuk melakukan perjalanan itu sendirian. and I am have fun. tapi tidak dengan Allah.
Dulu sekali saya berfikir bahwa saat ini dunia makin canggih kita melakukan perjalanan tidak dengan jalan kaki dan melewati hutan-hutan. Tapi saya melakukan perjalanan itu dengan banyak orang dalam satu bis, satu pesawat atau mobil walaupun memang kenyataanya tidak ada yang kenal satupun.Tapi nyatanya tetap jika tanpa mahram itu tetap tidak diperbolehkan. dan yah sejauh ini saya sudah melang-lang buana tanpa mahram atau saya melakukan perjalanan dengan yang bukan mahram (bapak-bapak partner kerja).
Tapi Alhamdulillah setelah Allah fahamkan kembali begitu berbahaya nya seorang perempuan melakukan safar sendirian itu menyadarkan saya bahwa syaria yang Allah buat tidak lain adalah untuk kebaikan kita.
Memang sulit untuk merobohkan dinding keegoan apalagi itu berkaitan dengan diri kita sendiri. bahwa yang say rasakan musuh terbesar dalah hidup saya adalah diri saya sendiri. saya bisa melakukan demo besar-besaran ketika melihat teman melakukan kemaksiatan tapi banyak penanguhan ketika itu diri sendiri yang melakukan kemaksiatan.
Mudah-mudahan setelah Allah fahamkan dengan ilmuNya saya bisa lebih menghindari safar tanpa mahram. dan Allah kehendaki saya untuk tidak melakukan perjalanan tanpa mahram.
Allahu Musta'an
Comments
Post a Comment