History





lama ia menatap dirinya di depan cermin. masih dengan wajah yang sama. di usap nya wajah yang terlihat lelah. ah sebentar lagi bertambah usianya. hanya beberapa bulan lagi sampai kepada bulan saat ia di lahirkan dimana kali pertama ia menatap dunia.

di usapnya kembali wajahnya dengan lembut belum ada keriput, ia usap matanya masih jelas melihat, ia kibaskan rambutnya perlahan masih hitam pekat belum banyak yang berubah. hanya saja keadaan yang berubah, usia yang bertambah dan waktu yang terus berputar tanpa tahu kapan ia berhenti dan orang yang terus silih berganti singgah atau menetap didalam hatinya.

usianya menjelang 23 tahun, hampir seperempat tahun ia hidup di dunia. entah berapa banyak oksigen yang telah ia hirup, berapa banyak jejak yang ia cipta, berapa masalah yang dengan izinNya ia lewati, berapa orang yang harus ia lewati dan ia sapa untuk sampai pada saat ini, dan berapa banyak nikmat yang telah ia rasakan.

nampak jelas kegelisahan itu di matanya, sesekali ia membuka Handphone nya dan mengecek pesan yang masuk. tak ada! mencoba mengetik sesuatu namun tak lama di hapusnya kembali. kembali ia tutupi wajahnya dengan selimut berwarna pink yang ia beli belum lama ini. ia begitu menyukainya.

tidurlah, esok kita bertemu. katanya dalam pesan masuk beberapa menit sebelum ia memejamkan matanya.

hanya itu? tanyanya dalam hati. ia tak tahu bagaimana ia memikirkannya sedang ia hanya membalas dengan balasan yang sangat singkat.

ia hembuskan nafas dengan kasar, kembali ia tutupi wajahnya dengan selimutnya berharap malam ini terlewati dengan cepat.

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan