Hidup dan kehidupannya
Teh, hidup itu kayak kita sekarang ini, katanya sambil memasukkan baju ke dalam tas koper nya.
Bawa pakaian seperlunya, hanya beberapa helai yang bakal kita pakai, bawa uang secukup nya, untuk sekedar hidup kita beberapa hari disini. Rumah kita gx dibawa, tv, kulkas, semua harta ga dibawa. Karena kita tau kita hanya melakukan perjalanan ini sementara dan besok kita akan kembali. Lanjutnya
Pun sama dengan kehidupan yg sebenarnya. Kita hanya singgah teh. Rumah kita yang sebenarnya di akhirat kelak. Tinggal kita memilih mau rumah yang indah, nyaman, atau rumah yang setiap harinya dipenuhi teriakan kesakitan, kepedihan dan kepanasan.
Terangnya kembali sembari membereskan barang-barang nya yang akan dibawa pulang kembali.
Jadi, jangan sampai terlena dengan hidup yang jelas-jelas hanya sebentar. Yang sementara karena esok atau lusa kita tau kita pasti akan pulang. Jangan lupa disiapkan juga bekalnya untuk kita hidup disana karena itu yang penting.
Udah yuk teh, kita lanjutin obrolannya di mobil aja, khawatir kita tertinggal pesawat.
Obrolan late post yang masih membekas. Sisa-sisa perjalanan Bandung-Lampung. Walimatul Ursy putri KH. Abdullah Gymnastiar.
Bandung, Cinamon Hotel 18 Februari 2017

Comments
Post a Comment