Balasan



Heiii teh kemane aja kamu??
aku sehat teh, kamu piye?
InsyaAllah sabtu besok rapat kedua teh, Alhamdulillah Allah kayak kasih jalan. Bahkan kita udah dapet link sampe pengesahan dari notaris sampai kemenkumham.

Dan di menit 355 kamu membalas pesan itu, seperti menemukan air ditengah gurun pasir yang kering tak berair. aku tidak bermimpi? benarkah ia masih peduli?

ya elu bang yang kemane aja?
Alhamdulillah
MasyaAllah kalo Allah udah Ridho yah. mudah banget jalnnya. semoga selalu dipermudah yah bang.

kataku memblas dimenit ke 14 setelah pesan mu sampai kepadaku.
tak lama kamu memblasnya kembali.

ada dan selalu ada teh, tapi yah gitu mau menyapa takut mengganggu, dari pada nanti aku di omelin atau di ambekin sama kamu? :P
domisili sini aja teh, kamu aku rekrut jadi tim. katanya kembali di menit berikutnya tak seperti biasanya kamu begitu cepat membalas pesanku.

segitunya yah bang aku menakutkan bagimu? wkwkw
nanti bang, kalo aku udah ada tujuan baru aku kesana. ckckc
kataku kembali membalasnya. begitu berlalu chat kita membahas Rumah cinta bukan tentang kita.

terus mengalir percakapan kita seperti biasanya entah kamu yang memulai dengan topik yang lain atau aku yang memulainya. tapi kita tidak pernah sampai tentang pembahasan kita. kit hanya membahasa tentang kehidupan masing-masing yang kmu dimana dan aku dimana.

hingga pada entah chat keberapa kamu mengirim sebuah foto, saat itu aku sedang mengajar. aku menyembunyikan keterkejutan ketika aku menemukn pesan itu di hp ku. selalu.

foto itu kmu kirim dengan caption "Mohon doakan"

lemas rasanya ketika membaca caption di atas akan kah kembali menjadi yang ditinggalkan. aku sempatkan mendownload foto itu dengan hati yang sedikit sesak, dan penuh tanya. jika benar kenyataannya seperti itu mau apa aku?harus seperti apa aku?

segala pertanyaan bersarang dikepalaku beberapa menit lamanya. dan setelah terdownload rasanya sesak itu hilang, sesuatu yang menyumbat pernapasnnku menghilang. aku bernaafas lega entah apa yang dirasa saat itu. satu kurasa bahagia.

foto itu adalah logo rumah cinta nya. ah kamu selalu membuatku seperti ini bertanya tanpa mampun mencari jawaban.

InsyaAllah bang aku mendoakan disini. semangat! terus perbaiki niat bang. ingat niat pertama kamu untuk apa menmbuat rumah ini. kataku membalasnya.

gue  kira lo sebar undangan bang? mau ngeduluin gue. kataku dalam pesan selanjutnya.

InsyaAllah teh,
ingetin terus akunya teh, takut-takut suka berlebihan nanti post di FB atau medsosnya. balasnya
kenapa teh kalo gue duluin? gx rela? menyusul chat sebelumnya

seperti biasa ia tidak pernah serius membalas chat-chat itu selalu bisa membuat chat itu menjadi chat yang penuh candaan. kamu berhasil bang membuat aku tak rela meninggalkan hp ini walau hanya sedetik jika sudah berkirim pesan dengan mu.

 aku bisa berlama-lama karenanya.

banget bang, kan aku yang udah mau nikah. masa kamu yang duluan. gx asik ah.
kataku membalasnya dengan penuh emot kepadanya.

kamu tak membalasnya kembali. sepertinya kamu sibuk seperti biasa sepulang kerja kamu futsal dan dengan obrolan mu dengan teman-teman mu yang bisa menghabiskan malam-malam mu seperti bisanya.

masih imnosiakah kamu? tanyaku dalam hati tentangnya yang memang sering ia keluhkan.

ah, hanya sementara izzah jangan dilanjutkan. kamu yang akan terluka nantinya.

Chapter 2

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan