Pergi tanpa pamit



Malam ini kamu masih bersamaku, menyeruput sisa-sisa kerinduan yang kita punya, saling berbagi menumpahruahkan rindu yang lalu kita sulam bersama dalam kesendirian.

Paginya, kau pergi menghilang. 
Tak berkabar, tak beralasan.
Entah apa yang membuat kamu memilih ini semua, tak ada lagikah sisa cinta yang kita rajut bersama semalam. Atau memang sisa-sisa rindu semalam tak berhasil membuatmu bertahan untuk kesekian kalinya. 

Atau kau butuh waktu lagi untuk kita bersama? 
Tapi, sampai kapan? 
Karena aku tak pernah tahu sampai kapan akan bertahan ditengah ketidakpastian yang engkau berikan. 
Terlebih kau memilih pergi tanpa pamit. 


Yang ditinggalkan, 
Pagi dan pergi 24 November 2016

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan