maaf, aku sibuk! hingganya lupa kepadamu


maaf, aku sibuk. hingganya melupakanmu.

yakin kesibukan mu? katanya mencibir

benar, kau tak melihat kantung mataku? aku tak bisa tidur karenanya. karena kesibukan yang sedang dijalani. karena disaat mereka menganggap itu adalah hari libur maka bagiku adalah hari untuk berjuang. untuk melukis senyum di bibir mereka.

karena tugas ku simple, membuat mereka tersenyum kemudian bahagia. kau tak ingin kan melihat mereka. hingganya aku harus mengabaikanmu sementara. sementara sendiri. bisa mengerti kan? ayolah kataku sedikit merayunya.

orangtuaku saja bisa mengerti, sebab aku tak pulang dihari raya ini. kataku kembali agar dia tak merajuk kembali.

aku bukan orang tuamu, aku hanya minta sedikit waktu luangmu. ia masih dengan nada sarkatismenya.

kamu sudah tahu bagaimana tugasku, bagaimana pekerjaanku. aku akan begitu sibuk disaat mereka menyambut hari libur islam. aku tak ingin kita bahagia sendiri tapi juga orang lain merasakan kebahagiaan dari kita. aku mencoba memberikan pernyataan yang mencoba meluluhkannya.

ia aku mengerti, maaf belum bisa mengerti kamu sepenuhnya. masih terlalu egois untuk mengakui kita. sementara kau sibuk diluar sana bukan hanya untuk kebahagiaanmu, obsesimu, tapi kau berusaha untuk membuat orang lain juga bahagia. katanya mulai luluh

maaf, menunduk
aku masih saja merasa egois jika dihadapanmu.
ternyata kita masih terlalu sulit untuk sedikit mengakui KITA.



Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan