Untukmu, Yang Akan Menggenapkan Separuh Agamamu
Sebelumnya ini foto terakhir kita, yang diambil saat kita wisuda bersama.
Untuk mu, yang esok akan menggenapkan separuh agamamu.
Aku hanya ingin bernostalgia denganmu, tentang kita bagaimana dulu.
Enam tahun yang lalu dua jasad kita bertemu, dan satu tahun yang lalu ia berpisah. Pertemuan dan perpisahan yang Allah tetapkan.
Kau ingat bagaimana kita bertemu? Jika kau lupa aku akan bantu mengingatnya. Bukalah kembali mesenggermu baca kembali bagaimana awal kita berkenalan. 2 sosok perempuan lugu yang dipertemukan.
Ah, sepertinya aku saja yg terlalu lugu. Karena darimu aku banyak mengenal tentang seauatu yang baru.
Kau mengenalkanku dengan "salad", kau mengajakku ke banyak tempat pun itu tempat yang mahal, katamu sesekali mah gx papa neng biar tahu.
Yah jadi teringat juga bagaimana dulu kita menentukan nama panggilan, karena melihat usia kita yg berbeda walaupun satu angkatan. Tapi tetap aku yang usianya lebih muda, tapi katamu mukamu lebih baby face jadi siapa coba yg lebih muda. Kita hanya memperdebatkan hal kecil kurasa, tapi nyatanya itu yang membuatku selalu mengingatmu. Dan finallt, sebutan "NENG" lah yang melekat dikita. Entah kemudian siapa dulu yang mengalah diantara kita. Aku melupa.
Aku tau, malam ini pasti dirimu sedang mengatur nafas untuk esok hari, satu jam yang mendebarkan. Satu jam yang akan merubah statusmu. Kurang lebih seperti itu kata orang. Karena akupun sejatinya belum pernah merasakannya.
Dan aku tahu malam ini kau tak akan bisa tidur nyenyak. Maka malam ini aku buatkan tulisan untuk pengantar tidurmu. Bukankan membaca selalu berhasil membuat kita terlelap.
Ah ya, aku ingin mengingatkan mu juga tentang sebuah kejahilanmu. Dulu aku tak sepede ini, bahkan terlalu pemalu untuk sekedar foto. Tapi nyatanya sekarang tidak. Sebuah foto yang kita ambil di photobox. Begitu pedenya aku bergaya karena berfikir hanya kamu yang melihatku. Tapi nyatanya semua orang yang berlalu-lalang diluar melihat semua gaya kita. Betapa malunya aku, rasanya tak berani keluar untuk sekedar menampakkan wajah. Dan akhirnya kamu menarikku, katamu jika aku bilang dari awal pasti kamu takkan pernah mau. Jangan terlalu mempedulikan orang lain. Toh kita tak mengenalnya.
Dan sederhananya, untuk pertemuan kita, untuk perpisahan aku menatapnya dengan takjub. Aku yang disini dan kau yang disana ingat selalu bahwa kita pernah bertemu. Dan tangan Allah yang pertemukan kita.
Pun dengan calon imammu, siapa yang akan menyangka kau akan berlabuh dihatinya. Ingat bagaimana kau bercerita tentangnya. Ah sepertinya itu akan menjadi rahasia kita berdua saja.
Dan rasanya baru kemarin berceloteh ria dikosanmu membicarakan dia siapa yang akan hadir dikehidupan kita untuk melngkapi takdir kita. Dan sekarang kau putuskan dia untuk menyempurnakan separuh agamamu.
Siapa yang akan tahu dengan semua itu?
Bahkan ketikapun kita mencoba menerka-nerka seseorang yang masih abstrak, ia tak terlihat bahkan hanya sekedar siluet. Dan sekarang kau bisa melihatnya dengan nyata seseorang itu. Yang sebentar lagi akan menggenapi separuh agamamu.
"Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (Q.S Yasiin : 36)
dan kini kau telah menemukan pasanganmu. Semoga aku juga kelak.
Doa terbaikku selalu untukmu neng. Walau sekarang kita jauh dimata, semoga hati kita selalu bertautan dimanapun berada.
Barakallahulakuma, wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fikhoir.
"Semoga Allah memghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua, meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat."
(Doa Nabi Muhammad SAW pada pernikahan Fatimah Azzahra & Ali bin Abi Tahlib)
Ditulis masih dibawah langit yang sama, dibumi Allah tercinta menuliskan yang sempat terserak dimemori otak. Agar kelak jika kau melupa, kau bisa mengingatnya kembali tentang pertemuan kita.
Sudut kamar penuh cahaya,
Bandar Lampung, 6 agustus 2016

Comments
Post a Comment