Saat Hujan Menyapa



Aku banyak belajar dari hujan.
Tentang bahasa air.
Ia jatuh berkali-kali.
Tapi tak pernah menyalahi takdir

Tetes pertama yang jatuh adalah barokah.
Tetes selanjutnya nikmat.
Disetiap tetesan lembut yang jatuh menyisakan hikmah yg dalam.
Lalu kemudian menjadi penghibur.

Karena hujan pemberianNya.
Untuk ketenangan dan pengabulan doa
Namun juga terkadang terselip rindu.
Juga kenangan yang berhasil telah terlupa.

Bersamanya ia hadir kembali
Menyapa lembut dedaunan sepi.
Menyapa lembut hati yang sendiri.
Menengok kisah silam yang kembali bermekaran.

Dan hujan..
Aku tak pernah menyalahkanmu.
Dengan setiap tetesan yg telah jatuh..
Mungkin ini rasa yang sama yang dahulu kurasa.
Karena hujan.
Selalu nyata.
Tanpa pernah lelah walau beribu kali jatuh menyapa.

Rasa yang berlayar kemudian berlabuh.
Berlayar lagi kemudian berlabuh kembali.
Aku pun tak tahu sampai kapan ia akan berulang seperti itu.
Sampai di sebuah titik yang menuai keberkahan.
Atau sampai senja hari ini usai?
Atau.
Hingga semua di satukan di taman luas mengangkasa

Hanya kusampaikan salam doa.
Merajuk kepadaNya.
Agar keberkahan dari berlabuh tak hanya sekedar menyapa
Tapi ia hinggap hingga tak bernyawa.
Merengkuh dalam cinta robbnya.

Karena ia mencintai yang dicinta.
Karena ia ingin menyentuh cinta.
Karena ia ingin menatap cinta.
Karena ia ingin menyapa cinta
Karena ia ingin ekspresikan cinta

Dan seperti hujanlah..
Dari langit kembali ke langit.

Dan kita.
Bersama.
Kembali menjemput janjinya.


Saat hujan menyapa.
19072016
Deliash.

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan