Piala EURO 2016 dan Kisah Khalid bin Walid (si Pedang Allah)
Telat memang sepertinya untuk saya membahas ini, karena ini memang sudah kelewat jauh, jauh pemirsa. Tapi tak apa kita lanjut saja cuss.
Seperti ini,
Disini, kita bukan akan membahas tentang sepak bola nya, bukan karena sejatinya saya bukan penyuka bola. Boro-boro suka ngerti aja kagak tentang bola. Pahamnya kalo bola pas masuk, saya tahu itu dan baru saya akan kegirangan berteriak goal.
So, wajar kan jika saya baru membahas ini. Sudah lama memang saya ingin membahas ini, hanya saja waktu yg saya punya selalu habis terbagi dengan kegiatan wajib saya, hingganya malam ini saya putuskan untuk sedikit mengurangi jatah merem saya karena saking pengen nulisnya.
Eitts I think enough, back to topic.
Jika kita mengingat kembali tentang kisah mereka (portugal vs perancis) yg prosesnya cukup alot menurut saya. eh gx tau ding ngasal karena saya emang gx pernah nonton bola apalagi begadang karena bola), yg berawal dari ronaldo yg menjadi sorotan, yg kemudian ia selalu di tekel (kalo kata abah mah) hingga ia cidera dan harus keluar lapangan pada babak pertama. Banyak yang berkomentar jika saja ronaldo tidak cidera mungkin portugal akan kalah, jika saja, jika saja, jika saja hingga kenyataan bahwa portugal lah yang menang yang kenyataan itu tidak bisa kita elakkan. dan itu semua adalah takdir Allah.
Melihat itu saya jadi teringat tentang kisah khalid bin walid (pedang Allah) panglima perang yang sangat luar biasa dengan strateginya, yang ia bisa menebas banyak musuh dalam satu putaran pedangnya. Yang memimpin beberapa kali peperangan. yang dengan jasanya Islam bisa menaklukan kota Damaskus dan Qinsirin. Yang ia mengalami pemecatan 2x oleh Khalifah Ummar bin Khatab.
Walupun demikian dia tetap bersedia berperang di bawah komando Abu Ubaidah, penggantinya selama enam tahun lamanya. Dan selama itu dia tidak pernah berselisih dengan Abu Ubaidah. Khalid bin Walid juga tidak mengingkari kemuliaan akhlak Abu Ubaidah, dan ia selalu menghormatinya. Khalid selalu pergi bersamanya, mengikuti perintahnya, menghormati pendapat-pendapatnya dan selalu mendahulukan keputusannya. Sikap Khalid bin Walid ini menunjukkan atas ketulusan hatinya dalam berjuang. Atas jasanya, pasukan Islam berhasil menaklukkan Damaskus dan Qinsirin. Sikap yang ditunjukkan Khalid setelah pemecatannya menunjukkan atas kemuliaan jiwanya. Dia tetap Khalid bin Walid, Pedang Allah, baik sebagai komandan atau anggota pasukan.
yang lebih mengesankan lagi adalah sebuah surat dari Khalifah Umar untuk si pedang Allah Khalid bin Walid yang ia kirimkan ke berbagai wilayah.
"Sesungguhnya aku memecat Khalid bin Walid bukan karena aku benci kepadanya atau dia berkhianat. Akan tetapi orang-orang terlalu menghormatinya. Saya khawatir mereka akan menggantungkan kemenangan dalam medan pertempuran terhadap dirinya. Saya juga berharap mereka mengetahui bahwa Allah lah yang memberikan kemenangan. Saya juga berharap supaya mereka tidak tergoda dengan kehidupan dunia.Kesimpulannya, temen-temen buat sendiri yah.
semoga temen-temen bisa menyimpulkan, biar kita sama-sama mikir yah apa kaitannya antara piala euro dengan kisah Khalid bin walid. dan kita ambil hikmahnya dari setiap kejadian yang terjadi diantara kita.
selamat membaca,
selamat berfikir :)


Comments
Post a Comment