Balada akhwat koplak


Kita dipertemukan Tuhan mungkin tidak dalam keadaan sadar, aku sedang tidur sepertinya. Atau mungkin mereka dalam keadaan pingsan. Aku merasa tak mengenalnya, tapi merasa begitu dekat dengan mereka. Hingganya pertemuan-pertemuan kecil tak sengaja yang Tuhan terlibat didalamnya membuat kita semakin dekat dan mendekat.

Kisah kita menembus jarak tak terhingga, membuat kisah yang tak pernah ada sebelumnya dan kita dengan cara kita sendiri membuat kita saling mengenal. Tak pernah ada perkenalan formal seingatku. Bertanya tentang aku pun sebaliknya aku yang menanyakan tentangmu. Hanya waktu sepertinya tahu bagaimana cara mengenalkan aku kepadamu dan kamu kepadaku dengan segala kekoplakan mu.

Tak ada sapaan manis, tapi panggilan dari jauh dengan sebutan akhwat koplak membuat kita semakin mengencangkan ikatan ukhuwah yang hadir diantara kita.

Berbicara ukhuwah, ah ini belum ada apa2 nya.

Jangankan ukhuwah, menyapa manis pun kita tak ada. Tapi percakapan kita selalu mencipta tawa yang hadir dari mulut-mulut mungil yang tuhan cipta. Ah, Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita bahagia.

Bertemu mereka, mmisalnya

Hingganya pada kesempatan yang berbeda kita dengan dengan cara kita berhasil mempertemukan orang dari 3 kampus yang berbeda yang itu tak pernah ada dalam rencana sebelumnya, tapi Tuhan mewujudkan itu semua.

Tak pernah ada obrolan serius yang benar-benar serius diantara kita, melainkan ada kekoplakan-kekoplakan yang membersamainya. Begitulah kita dengan cara kita sendiri membuat diri kita bahagia. Tanpa harus ada kebohongan-kebohongan kecil untuk diri sendiri

Karena bahagia itu sederhana,
Bertemu denganku misalnya.

Tak perlu bertemu dengan orang penting, orang terkenal untuk membuatmu bahagia, karena bertemu dengan mu sudah cukup bagiku.

Karena Tuhan selalu punya cara sendiri untuk membuat kita bahagia.

Bandar Lampung, 20 Juni 2016
Disudut ruang bernama kosan

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan