Aku telah Hidup 22 tahun Lamanya
Rasanya baru kemarin aku merengek, menarik-narik baju abah untuk dibelikan susu di warung kakek.
rasanya baru kemarin setiap malamnya aku menangis sepulang ngaji hanya karena di tinggal makan orang rumah, rasanya baru kemarin aku menangis minta sekolah sedang umurku waktu itu baru lima tahun sedang teman-temanku satu tahun lebih tua di atasku, dan akhirnya dengan berat hati sang mamah yang kebetulan mengajar di sekolah bernegosiasi dengan kepala sekolah. Rasanya baru kemarin ketika aku dan kedua sahabat masa kecilku bersepakat untuk menamai geng kita TI LI MI. Rasanya baru kemarin ketika aku menangis iri karena kakakku dibelikan rok sedang aku baru dibelikan baju, akhirnya dengan berat hati sang mamah balik lagi saat itu juga ke pasar hanya membelikan rok untukku.
Rasanya baru kemarin ketika aku merengek kembali untuk masuk pesantren yang sama dengan teman-temanku yang pada akhirnya hanya 3 bulan, 3 bulan aku bertahan di pesantren itu dan meminta pulang. Rasanya baru kemarin ketika aku masih harus dipaksa sholat ditengah kemalasanku yang akhirnya hanya masuk kamar beberapa menit untuk tidur-tiduran dan keluar mengatakan saya sudah shalat, padahal tidak.
Rasanya baru kemarin ketika aku bersama ketdua sahabat SMA ku menangis didalam mushola SMA ku karena tidak di izinkan oleh kepala sekolah untuk mengikuti Brigade Rohis, tetapi tiba-tiba ada seorang kakak senior yang memberikan kami uang untuk registrasi dan mau bertanggung jawab atas keberangkatan kami. Rasanya baru kemarin ketika saya dinobatkan untuk menjadi ketua Rohis, padahal saya seorang perempuan yang masih cengeng, pemalu, dan ah sudahlah lupakan, karena setelah selesai masa jabatan saya saya banyak mengevaluasi kenapa saya tidak melakukan ini dan itu. Rasanya baru kemarin saya rapat dengan para ketua Rohis dari berbagai sekolah yang semuanya laki-laki dan aku perempuan sendiri yang akhirnya meminta temanku untuk menemani. Rasanya baru kemarin aku bersama 2 orang teman ku berkeliling dengan malu-malu mencari dana untuk kegiatan organisasiku dan ketika menghitung rupiah demi rupiah rasanya sangat bahagia walaupun dana yang terkumpul jauh dari target yang ingin dicapai. Rasanya baru kemarin aku diceramahi oleh pembina organisasi diluar karena kurangnya kepedulian kita, sedang acara sebentar lagi.
Rasanya baru kemarin ketika si teteh menemukan SMS Beasiswa dari UBL yang akhirnya pada malam itu juga dia menyiapkan berkas untuk aku mendaftarkan diri dalam program beasiswa kampus UBL dan akhirnya aku diterima di kampus yang tak pernah saya harapkan tapi ternyata sekarang aku banggakan. Rasanya baru kemarin aku menginjakkan kaki di Bandar Lampung dan belum tau apa-apa tapi sekarang aku telah menghabiskan seperempat usiaku dikota ini.
Rasanya baru kemarin aku diajak oleh seseorang untuk mengenalkan rasa makanan ini dan itu yang harganya lumayan untuk anak kosan sepertiku tapi katanya sesekali mah gx papa neng, biar tau rasanya. Rasanya baru kemarin ketika aku dikenalkan dengan sesuatu yang baru yang terkadang aku penasaran dengan hal itu dan sekarang aku tau tapi ada beberapa hal yang aku tak ingin mencobanya kembali, kataku cukup tau saja jangan pernah mengajakku kembali kesini. Rasanya baru kemarin aku memimpikan untuk pergi ke palembang dan akhirnya pada bulan april 2014 saya bersama ketiga sahabat saya diberangkatkan ke palembang untuk mewakili himpunan pada saat itu. Rasanya baru kemarin aku mengikuti aksi-aksi dijalanan yang membuatku selalu bersemangat untuk berkata-kata. Raanya baru kemarin aku menghabiskan waktu hanya didalam kosan untuk menyelesaikan tugas akhir ku (My Skripsweet) bergelut dengan kata-kata untuk menyusunnya menjadi sebuah kalimat, bergelung dengan buku yang ia menjadi bantal dan gulingku waktu itu. porsi makan yang bertambah yang harusnya 3 kali sehari ini menjadi 5 kali sehari dan alhasil disaat teman-teman ku mengeluh berat badannya turun karena mengerjakan skripsi aku bertambah sama halnya dengan kedua sahabatku (Taat, Yuni) yang juga bertambah, kita selalu berbeda saat itu. Rasanya baru kemarin aku ditegur oleh sang dosen karena terkantuk-kantuk dalam kelas disebabkan oleh aku yang kelelahan karena part time di kampus sebagai staff TU di Fakultas. Rasanya baru kemarin aku menangis terharu karena didiamkan oleh kedua sahabatku dan di ufuk senja ia memberikan kejutan dengan kue tart dengan lilin angka 20.
Rasanya baru kemarin ketika aku dimarahi oleh kakak seniorku karena organisasi yang tidak berjalan dengan baik sekaligus dikatakan cengeng di akun medsos ku dan saat itu juga aku berusaha untuk menjadi muslimah yang strong. Rasanya baru kemarin ketika aku harus disibukkan dengan data-data orang untuk mengajak mereka mengaji. Rasanya baru kemarin aku begitu bahagia karena ada tim nasyid (dadakan voice) di kepengurusanku. Rasanya baru kemarin aku menanyakan kabar-kabar mereka untuk berusaha lebih dekat dengan mereka. Rasanya baru kemarin aku mendengar tim nasyid kemabli terbentuk dan mengikuti lomba (yah memang baru kemarin, ketika usiaku belum genap 22 tahun).
Rasanya baru kemarin aku berkhidmat di DPU DT, tapi tak terasa sudah satu tahun aku bergelut dipekerjaan ini. Rasanya baru kemarin untuk kedua kalinya aku berkunjung ke Bandung tapi ternyata Allah memberikanlagi kesempatan untuk aku berkunjung ketiga kalinya.
Dan rasanya baru kemarin aku bertemu dengan mereka semua yang pernah hilir mudik di kehidupanku. yang hanya sebentar singgah maupun menetap. Rasanya baru kemarin melewati itu semua, tapi ternyata sudah banyak langkah yang di cipta, banyak tangis yang pecah, banyak tawa yang terlukis dan jatuh bangun mewarnai potongan-potongan episode yang telah terlewati. yang dulunya terlihat sulit ternyata jika sudah dilewati tak dirasa kesulitan itu. karena ada banyak kemudahan yang Allah berikan untuk mencapai titik saat ini. bukan pula mudah karena hujan badai, terik matahari, sedih bahagia, membumbui perjalanan hidup selama 22 tahun ini.
ah, 22 tahun lamanya dan akhirnya aku merenung sudah seberapa bermanfaat aku untuk diriku, mereka keluargaku, mereka sahabat-sahabatku, mereka orang sekitarku dan mereka semua yang pernah mengenalku dan aku yang mungkin lebih banyak memperkenalkan diriku.
Hanya harapan kecil yang tersemat dihatiku, semoga setiap langkah kecilku hari ini bisa dirasakan oleh semua orang yang pernah ada dan sekarang masih ada. dan yang pernah mengenalku ataupun akan mengenalku nantinya. dan setiap langkah kecilku, ide-ide yang sedikit bisa dirasakan hasil manisnya oleh semua orang.
semoga kita selalu diistiqomahkan dalam islam, dalam kebaikan dan ketaqwaan. dankelak kita tak hanya bersaudara dan dipersaudarakan didunia tapi juga disyurgaNya.
tak terasa 22 tahun aku telah melewati hidupku didunia ini.
Best Regard
ainayya

Comments
Post a Comment