The New story
Terkadang bagi kita perempuan hanya butuh pendengar dan didengarkan Karena sejatinya tetap keputusan ada ditangan nya.
Itulah yg bisa saya simpulkan dari sharing pagi ini.
Assalamualaykum, salam kenal teh saya dari solo.
Itulah percakapan awal kita.
Kemudian dia memulai kisahnya.
Rasanya berat ketika mendengar kisahnya apalagi memberikan solusi terkait dengan masalah nya. Ini masalah yg berkaitan dg keluarganya, lebih khususnya suaminya. Bagaimana bisa saya menjawab dengan ringan sedang saya belum pernah melewati fase ini. Tapi dengan niatan ingin membantu saya mencoba bertanya lagi ke ummahat yg saya rasa bisa membantu untuk menjawab.
Saya ibu dari dua anak teh, yg satu TK kecil dan satu lagi TK besar. Suami saya selingkuh teh dengan teman sekantornya setahun yg lalu, dan saya baru 3 bulan yg lalu tahu masalah ini. Saya sudah mengklarifikasi masalah ini ke suami saya. Dan suami saya mengakui kalo telah melakukan hubungan suami istri dengan si (x) yg sebagai selingkuhannya. Dan sampai sekarang mereka masih berdua teh. Terus suami saya jg gx ada niat untuk berubah lebih baik bahkan bertanya kabar anak-anaknya pun gx teh. Saya bingung harus kayak mana teh. Salah kah saya yg ingin mempertahankan keluarga saya.
Memang dari awal pernikahan saya tidak direstui oleh mertua saya karena saya berasal dari orang yg gak mampu.
Sekarang saya bingung teh, harus mempertahankan rumah tangga ini atau menyerah, sedang jika saya menyerah saya masih belum bisa sepenuhnya karena saya ingat sekali perjuangan untuk mencapai fase ini tidak mudah.
Belum lagi anak saya yg selalu bertanya tentang ayahnya. Saya bingung teh. Keluarga saya menyarankan untuk ke pengadilan agama tapi saya masih belum mau menyerah dg keluarga ini. Sedangkan suami saya sudah tidak bisa dihubungi. Saya benar-benar bingung harus bagaimana.
Teteh yang saya cintai karena Allah di manapun berada. Semoga teteh selalu dikuatkan dengan ujian ini. Bisa jadi ini adalah jalan terbaik yg harus teteh lewati.
Saran saya teh, teteh harus kimunikasikan dengan suami teteh dengan baik. Kalo dirasa tidak bisa diselesaikan berdua oleh teteh dan suami. Alangkah baiknya teteh ajak orangtua atau saudara teteh untuk menyelesaikan masalah ini. Kalopun jg tidak ada titik terang terakhir bawa ke pengadilan agama.
Dekatkan diri ke Allah teh. Libatkan Allah dalam setiap pengambilan keputusan. Insyaallah akan kita dapatkan keyakinan dan ketenangan dalam melewati masalah ini.
Diperbanyak mengingat Allah teh. Dan yakin bahwa Allah tidak akan memberikan masalah / beban melebihi batas kemampuan hambanya. Juga Allah selalu memberikan masalah beserta satu paket dengan solusi. Semoga teteh bisa kuat dan menguatkan anak-anak teteh dan jg keluarga teteh.
Yah semakin kesini saya melihat masalah yang semakin kompleks.
Kalo saat saya kuliah saya hanya bertemu dengan masalah yg berkaitan dengan organisasi, dosen dan teman sekampus tapi sekarang ini saya dipertemukan dengan masalah keluarga yg sangat rumit. Yang mungkin ketika saya dihadapkan dengan masalah itu belum tentu saya bisa melewati nya dengan baik.
'Ala kulli hal, Allah selalu menberikan pelajaran dan hikmah dari setiap perjalanan bagi orang-orang yg mau berfikir.
Semoga kita bisa melewati masalah yg ada didepan kita dengan cara yang baik yg di ridhoi Allah.
Semangat para muslimah.
Semangat menebar kebaikan
Semoga bermanfaat ^_^
Comments
Post a Comment