Kamukah itu?
waktu kian berlalu,
tangan-tangan masih juga membisu belum bisa menari diatas papan tuts nya.
tak ada tinta hitam yang tergores di putih nya kertas.
aku mengalah!
aku menyerah!
aku mencoba berjalan untuk mencari kemana ide itu menghilang.
tak juga ku temukan di jalanan
aku kembali ke gua inspirasi, berdiam diri kemudian perlahan memilih dan membuka satu persatu buku yang sudah dan belum terjamah.
perlahan membaca isi buku yang membuatku terhanyut didalamnya.
aku merasakan ada ruh didalamnya dan mulai membayangkan jika aku orang yang ada didalamnya.
yang ada dalam fikiran ketika membaca buku adalah
sudah berapa banyak ia membaca buku ini?
dan siapa yang membuat dia bisa menghasilkan tulisan seperti itu?
yah tersadar bahwa harus ada orang yang menginspirasi dalam setiap tulisan agar tulisan itu lebih terasa hidup. agar setiap yang membacanya bisa merasakan apa yang coba disampaikan oleh sang penulis,
sedang aku siapa inspirasiku? aku mencoba mencari
orang sekelilingku, tak cukup, harus ada seseorang yang jika membayangkan saja kata-kata sudah mengantri dan tangan tak diam untuk menari di papan tuts.
tapi siapa? kamukah itu?

Comments
Post a Comment