J0D0H
![]() |
| di sini |
Dua hari berturut-turut menghadiri resepsi pernikahan sahabat membuatku menyimpulkan sesuatu, yang mungkin ini berarti untuk aku pahami bahwa Jodoh tak melulu tentang jarak -jauh-dekat-, usia -lebih tua-muda-, suku -sunda/jawa/padang/batak/dkk, sifat atau hal remeh temeh yang selalu mengikutinya. karena banyak kemungkinan yang terjadi di perjalanan kita mencari jodoh.
katamu jarak yang menjadi penghalang?
bukankah jarak tercipta agar rindu tetap hidup tanpa redup. tak lagi menjadi soal untuk jarak, baik itu jarak usia, jarak tempat atau jarak lainnya.
Jodoh itu menurutku Aku dan Kamu, Kamu dan Dia, Dia dan Aku atau siapapun itu, yang pasti dua pasang manusia yang bertemu atau dipertemukan dan Allah yang menakdirkan dalam kebersamaan.
dan satu hal lagi jodoh itu adalah kemauan yang di usahakan, harus ada usaha yang dilakukan untuk menjemput jodoh tak semata-mata kemudian hanya berdiam diri yang dilakukan,
bukan juga soal siapa yang cepat dia yang dapat, karena menurutku ini hanya soal waktu aku dan kamu bertemu.
ini tentang seberapa keberanian itu datang untuk saling menyatakan kesiapan, kesiapan yang sampai sekarang masih tak terdefinisikan. kata siap yang membuatku terjebak dalam pertanyaan seperti apakah siap itu?
sampai kau datang kepadaku?
atau aku yang mencarimu?
aku tak seperti Khadijah yang memiliki kemantapan hati untuk menyatakan aku siap kau miliki.
aku hanya sanggup menunggu atau jikapun kau malu harus kah kita sama-sama saling menunggu?
menunggu sampai tuhan yang mempertemukan?
tapi bukankah jodoh atau cinta harus di usahakan?
hingga dengan usaha dan langkah-langkah kita juga balutan dan sentuhan tangan tuhan dua pasang manusia pemalu itu akan dipertemukan dalam kerbersamaan yang dinantikan.
begitulah kita dicipta, berencana, berusaha dan berdoa kemudian biarkan sentuhan Tuhan yang melanjutkan
untuk sebuah kehidupan yang di nantikan.
Best Regard of me
aina vara

Comments
Post a Comment