Surga Yang Tak Dirindukan



Surga yang tak dirindukan.

Sebuah film yang di angkat dari buku dengan penulis Asma Nadia yang mengisahkan tentang poligami. (Film yang membuat ku menangis dari awal meonton sampai akhir episodenya)

Ah, siapa yg ingin dan mau di poligami. Fikirku setelah menonton film ini.
Tak ada yang menginginkan. Tak ada yg mendambakan, tak ada yang mengharapkan bahkan mendengarnyapun sudah tak sudi.

Tapi siapa yang tahu dengan kehendak Allah. Tidak ada!
Kita memang bisa merencanakan tapi kemudian Allah lah yang menentukan.
Tak ada yg bisa menentang takdir allah. Sekuat apapun tekad kita tapi takdir Allah lah yang terkuat.
Setelah menonton film ini. Jujur terfikir apa jadinya jika aku yg di duakan.
Apa jadinya jika aku di posisi itu?
Bisakah aku menerimanya?

Kembali air mata itu mengalir hingga aku terlelap tidur.  Dan air mata itu berhenti setelahnya.
Pagi nya kembali terfikir. 
Ah, aku terlalu PD memikirkan yg diluar logika aku. Menikah saja belum sudah memikirkan takut di poligami.

Ah, PD sampaikah umur ku untuk menikah?
Deg....

Yah....
Aku  yang terlalu Percaya diri akan sampai ke saat itu.

Jangan terlalu mengkhawatirkan sesuatu yg belum pasti bahkan belum terlihat ujung nya. Kata teh arin meyakinkan.

Poligami itu takdir Allah, jadi sekuat apapun kita menolak jika takdirnya harus poligami maka penolakan kita akan takdir Allah sia-sia.
Pun, sebaliknya walaupun kita mengizinkan seseorang untuk poligami jika bukan takdir Allah itu tak akan terjadi.

Kesimpulan nya, jalani apa yang memang sudah menjadi takdir Allah.
Yang bisa dilakukan adalah mempersiapkan semuanya untuk menghadapi takdir yang akan di berikan Allah kepada kita, apapun itu.

Mempersiapkan hati untuk lebih sabar,
Mempersiapkan otak, untuk terus belajar,
Dan mempersiapkan Diri untuk bertahan.
Dan ketika sampai pada saat titik itu kita siap menghadapinya.

Memang berbagi itu banyak mendatangkan pahala dan kebaikan, tapi siapa yang mau dibagi cinta nya dengan wanita lain?

Memang banyak pahalanya, dan syurga pun menantinya.
Tapi sayang bukan itu syurga yang kurindukan.


Sumber gambar disini

Just write and think again about it.


Best regard of me.

Comments

Karya Lainnya

Sayap Patah

Secangkir Harapan

Penerimaan