() MENYESAL ()
Aku
menyesal, katamu
Raut
mukamu datar, tak tertebak. Aku belum pernah melihat mukamu seperti itu. Aku menyerah
tak ingin menerka-nerka apa yang ingin kau katakan.
Apa?
Kataku memastikan bahwa aku tak salah mendengara apa yang ia ucapkan.
Kamu
menyesal dan kamumenyatakan itu dihari ulang tahunku. Kenapa tak kau bunuh saja
aku. Bahkan
aku
tak sanggup menegakkan kepalaku didepan deretan cup cakes yang kamu buat special
untukku.
Aku
seperti ditertawakan oleh dua belas cup cakes yang berjajar rapi didepanku. Cup cakes
yang seharunya menjadi saksi kenangan bahwa kau pernah merayakannya
untukku.tapi kini beralih mereka mentertawakan kita. Mereka begit manis tapi
juga sadis.
Persahabatan
yang bodoh, bisik dua belas cup cakes yang sampai saat ini masih memperhatikan
kita.
Aku
masih bertanya-tanya ketika kau berdehem . entah apa yang kau fikirkan. Apakah kau
selama ini hanya berpura-pura bahagia didepanku
Apa
kamu tak mengerti maksudku? Tanya mu kembali
Hening
Bagaimana
aku tahu, fikirku dalam hati
Bahkan
aku tak yakin apa yang akan kau bicarakan, jawabku dingin
Usiamu
udah 23 tahun, katamu kemudian melanjutkan pembicaraan. Kemudian diam lagi
seolah kau menungguku untuk berbicara
Terus,
sahutku pendek
Berarti
udah 3 tahun kita bertemu dan bersama, gx kerasa ya. Katamu lagi melanjutkan
Aku
menatapmu, menyeilidik mencoba mencari tahu apa yang ingin kau katakan. Tapi kau
menatapku dengan seulas senyum dibibirmu. Menyebalkan!
Apakah
kamu sakit atau kamu akan pergi? Tanyaku pelan penuh keraguan.
Rasanya
bulir-bulir itu berdesakan untuk keluar dari pertahanan ini, memaksa, menghujam
untuk aku menyerah dengan bulir-bulir itu.
Ara
kamu kenapa? Tanyanya lembut sembari menatap dalam, ada sebaris kata yang ingin
ia sampaikan tapi ia tahan.
Apa
maksudmu bertanya seperti itu? Seharusnya aku yang bertanya kepadamu ? kenapa
kau membuat waktu berjalan begitu lambat, kenapa kamu membuat aku di keadaan
yang seperti ini.
Hening,
hanya suara isakan tangis ku yang terdengar
Ara,
jadi gini, kamu memulai
Aku
menyesal, kenapa aku tak mengenalmu lima atau enam tahun yang lalu, kenapa kita
tak memulai persahabatan itu lebih lama?
Diam,
kemudian ia melanjutkan lagi
Sekarang
kamu akan pergi, hanya menunggu waktu saja. Itu artinya tiga atau lima bulan
lagi kita akan berpisah dan tak bersama lagi. Katamu begitu lembut hingga air
yang beku itu meleleh tak terbendung.
Aku
kira….” Aku tak sanggup lagi melanjutkan perkataanku. Aku menghambur
kepelukannya. Hanya isak tangis kita berdua yang terdengar.
Persahabatan
yang dilandasi cinta dan karena Nya akan abadi
Dan
kan menjadi persahabatan yang hakiki
Tidak
hanya didunia tapi juga di syurga Nya.
Best
Regard
Me,
Bandar Lampung 27 April 2015
Untukmu
sahabat-sahabat ku yang pernah hadir mengisi hariku
Semoga
kita tak hanya dipertemukan didunia
Tapi
juga di syurga Nya.
.jpg)
Comments
Post a Comment