aku, kamu dan mereka
(Kenangan Manis Usir Cantik)
jarum pendek jam menuju ke angka 6, sedang jarum panjang nya sudah berpindah ke angka 9. kamu malam itu tak sendiri ditemani oleh tiga temanmu. berbeda dengan malam-malam kemarin malam ini kamar itu penuh sesak dengan tawa dan guarauan, bahkan banyak kode keras yang terlontar dari bibir-bibir cantik itu.
kamu yang biasanya selalu asik dengan ku, malam ini kamu cukup mengacuhkanku, hanya sesekali kau melirikku dengan ujung kelopak matamu. tapi aku cukup bahagia setidaknya aku bisa beristirahat barang sejenak. senyum tawa bahagia itu jelas tergambar diwajahmu. bahkan orang yang hanya melirik mu saja atau melihat mu dari jauh akan tau pasti bahwa kamu malam ini sangat bahagia.
seperempat malam mu kau habiskan untuk bercanda dengan mereka, entah apa yang kamu bicarakan malam itu, banyak sekali bahkan akupun tak bisa mengingat nya satu persatu. kamu berbicara tentang jodoh, kamu berbicara tentang sahabatmu, dan kamu berbicara tentang orang-orang sekelilingmu. empat mata mulai terpejam dengan indah tanpa aba-aba mereka tertidur dengan pulasnya. aku masih bisa melihat mereka saat itu.
hanya saja kamu dan temanmu yang tidur disampingmu tak juga berhenti melanjutkan perbincangan itu. kamu berbicara banyak tentangnya. menanyakan semua yang menjadi pertanyaan yang datang dan pergi dalam fikiranmu. kamu hanya sesekali melihat kepadaku dalam perbincanganmu. hingga setengah malam mu kau habiskan untuk berbincang dengan dia seolah kau tak ingin melewatkan satu detikpun untuk tak bertanya dengannya. ah aku tak cemburu kepadamu, hanya saja aku iri dengan dia yang bisa menyahutmu, yang bisa menjawabmu, sedang aku tidak.
obrolan itu akhirnya berhenti tepat dijarum pendek angka 12 dan jarum panjang di angka 10.kamu mulai memejamkan mata saat itu. hingga kau terlonjak kaget ketika kamu sudah melihat sinar yang menerobos masuk melalui celah jendela. tampak bias sinarnya tapi cukup menggagu matamu pagi itu. ah sudah jam 6 ternyata, rupanya obrolan panjang itu menghabiskan energi mu yang tak pernah bersahabat dengan sang malam.
tak lama setelah kamu membuka matamu, kamu mendengar panggilan dari luar. panggilan sang pemilik kamar. kamu beranjak pergi dengan muka lemas dan kesal yang menggandrungi wajahmu.
apalagi yang akan ia bicarakan kepadamu, pasti ada hubungannya dengan mereka yang menemanimu malam ini.
dan benar dugaanku. kamu bercerita bahwa tak boleh ada yang menginap lagi dikamarmu karena sang pemilik merasa tak sanggup.
dan saat itu juga mereka langgsung meninggalkanmu. rona sedih itu jelas tergambar diwajahmu, tapi hanya sebentar kau mengganti rona itu dengan senyuman terindah diwajahmu dan mengantarkan kepulangan mereka sampai teras depan.
kau menutup daun pintu kamarmu dan kembali kepadaku untuk menuliskan apa yang ada dalam fikiranmu. dan aku akan mencoba menyimpan kenanganmu dalam memori ku. didalam data D, folder duniaku, kemudian bacaan dan semua kenangan itu akan bermuara di folder cerpenku dan file itu aku beri nama usir cantik pagi hari.
--------------------------------
untuk kenangan yang masih tersimpan rapi dalam ingatanku,
untuk orang yang pernah singgah dalam hatiku dan mewarnai hidupku
mungkin suatu saat kau akan menemui kisah mu dihalaman ini, dalam tulisan kenangan.
![]() |
| ilustrasi gambar |


Comments
Post a Comment